Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka Senin-Jum'at 07.00 s/d 20.00, Sabtu-Minggu 07.00 s/d 19.00
Toko Alat Kesehatan Mastha Medica Menyediakan berbagai macam alat kesehatan, diantaranya : tensimeter, termometer, kolostomi bag, stetoskop, nebulizer, kursi roda, alat cauter, walker, tongkat kruk, instrumen medis, timbangan, dll. Informasi selengkapnya, klik link berikut http://www.masthamedica.com/ Informasi lainnya, bisa buka link http://alatmediskesehatan.com Kami senang jika bisa melayani Anda Melayani Anda Layaknya Saudara
Beranda » Artikel & Tips Kesehatan » Kenali Gejala Hipotensi Sejak Dini

Kenali Gejala Hipotensi Sejak Dini

Diposting pada 12 December 2018 oleh mastha medica

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.

Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90, maka orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.

Jenis Hipotensi

Berikut adalah jenis hipotensi berdasarkan penyebab terjadinya:

  • Hipotensi ortostatik

Hipotensi Ortostatik merupakan turunnya tekanan darah ketika Anda berubah posisi, misalnya tiba-tiba bangun dari posisi duduk atau tidur, ke posisi berdiri. Penurunan tekanan darah biasanya lebih dari 20/10 mmHg. Kondisi ini ditandai dengan penglihatan yang berkunang-kunang serta menurunnya keseimbangan tubuh, sehingga berisiko terjatuh dan pingsan. Umumnya, hipotensi jenis ini dialami orang berusia di atas 65 tahun.

  • Hipotensi postprandial

Hipotensi postprandial adalah penurunan tekanan darah sekitar 20 mmHg dalam dua jam setelah makan. Jenis hipotensi ini juga umum dialami orang lanjut usia, terutama mereka yang mengidap penyakit parkinson atau kelainan pada sistem saraf otonom. Penyebabnya memang belum dapat dipastikan, tetapi bisa jadi berkaitan dengan karbohidrat yang tinggi.

  • HipotensiĀ vasovagal

Hipotensi jenis ini terjadi ketika seseorang berdiri terlalu lama. Anak-anak lebih sering mengalami hipotensi jenis ini daripada orang dewasa, misalnya berdiri lama saat upacara. Rasa sakit juga dapat menjadi penyebabnya. Jika pingsan, penderita hipotensi vasovagal umumnya akan sadar kembali dalam waktu singkat.

  • Hipotensi akut

Yaitu hipotensi yang terjadi ketika organ tubuh Anda tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan syok karena berbagai penyebab, seperti infeksi berat, pendarahan jumlah besar dalam waktu singkat, serangan jantung, dehidrasi atau reaksi alergi anafilaksis.

  • Hipotensi kronis

Jenis ini adalah hipotensi yang disebabkan oleh kondisi yang bersifat menahun (kronis), seperti penyakit Addison dan Gagal Jantung.

Selain hal-hal di atas, hipotensi juga bisa disebabkan oleh anemia, hipotiroidisme, dehidrasi, atau efek samping obat-obatan seperti obat antihipertensi. Selain itu, kondisi hamil dan gangguan ritme jantung juga bisa menjadi penyebab darah rendah.

Gejala Hipotensi

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini.

  • Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.
  • Pusing.
  • Lemas.
  • Mual.
  • Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.
  • Pandangan buram.
  • Pucat dan badan dingin.
  • Napas pendek atau cepat.
  • Pingsan
  • Dehidrasi

Jika mengalami gejala hipotensi, sebaiknya Anda segera duduk atau berbaring, minum air putih, dan menghentikan semua kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala biasanya akan segera hilang setelah beberapa saat. Temui dokter untuk mengukur tekanan darah Anda dan memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang menyebabkan timbulnya gejala seperti hipotensi.

Pengobatan dan pencegahan hipotensi

Cara penanganan tekanan darah rendah tergantung pada penyebab dasarnya. Misalnya, jika penyebabnya adalah gagal jantung, maka diperlukan penanganan secara medis dan perubahan gaya hidup agar terhindar dari hipotensi. Jika disebabkan oleh efek samping obat, maka Anda bisa meminta dokter untuk mengganti obatnya. Hipotensi secara umum dapat ditangani dengan beberapa cara berikut:

  • Konsumsi makanan yang kaya akan kandungan garam karena sodium bisa menaikkan tekanan darah. Khusus untuk Anda yang berusia lanjut, konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum menambahkan garam di dalam diet sehari-hari.
  • Minum air putih lebih banyak untuk meningkatkan volume darah dan mencegah dehidrasi yang bisa menyebabkan hipotensi.
  • Tidak mengubah posisi tubuh dengan tiba-tiba, dan tidak berdiri terlalu lama.
  • Tidur dengan 2-3 bantal agar ketika bangun dan berdiri tidak terjadi penurunan drastis pada tekanan darah.
  • Batasi minuman beralkohol.
  • Mengonsumsi secangkir kopi di pagi hari bisa membantu.
  • Gunakan stoking kompresi untuk mengurangi terkumpulnya darah di tungkai.

Jika hipotensi menyebabkan gejala-gejala yang cukup mengganggu dan tidak dapat ditangani dengan cara-cara di atas, maka Anda bisa meminta resep dari dokter untuk meningkatkan tekanan darah. Contoh obat yang biasa diberikan adalah midodrine dan fludrocortisone.

Segeralah periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami gejala tekanan darah rendah yang disertai keluhan lain, seperti sakit pada bagian dada, demam, denyut jantung tidak beraturan, napas pendek, atau pingsan.

 

Semoga Bermanfaat šŸ™‚

El

Link Produk Terkait :

Jual Alat Tensi Darah Digital Omron JPN 600 Elektrik

Jual Paket Tensimeter Anzon + Stetoskop Abn Spectrum

Jual Tensi Digital Omron Lengan Hem 7203

Bagikan informasi tentang Kenali Gejala Hipotensi Sejak Dini kepada teman atau kerabat Anda.

Kenali Gejala Hipotensi Sejak Dini | Mastha Medica

Belum ada komentar untuk Kenali Gejala Hipotensi Sejak Dini

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 4%
STOK HABIS
Rp 850.000 Rp 890.000
Habis
OFF 0%
Rp 250.000 Rp 250.000
Ready Stock
SIDEBAR
})